Halo pembaca setia blog Badia, dipostingan kali ini aku mau berbagi cerita nih mengenai pengalamanku menonton di bioskop Jerman, jadi kemarin kan lagi hapening banget kan film Transformers The Last Knight, dan kebetulan banget ketika film itu tayang aku sedang berada di Jerman, karena aku suka banget dengan yang namanya film jadinya aku putuskan untun menonton film Transformers itu dikota Leipzig jerman.
Setelah mencari tahu bioskop mana yang paling dekat dengan hotel tempat aku menginap dikota Leipzig, akhirnya aku ketemu dengan bioskop bernama CineStar, setelah dilihat dari google maps ternyata lokasinya cuma 10 menit (berjalan kaki) dari hotel tempat aku menginap, ya udah setelah aku lihat websitenya aku lihat jam tayangnya dan aku putuskan untuk nonton pada pukul 19.00.
Karena aku suka banget sama film dengan format 3D akhirnya aku putuskan untuk nonton Transformers dengan format 3D, setelah aku sampai dibioskop ya aku tanya pada sipenjual tiket berapa harga tiketnya?, nah disini gue sedikit merasa aneh dengan bioskop di Jerman, untuk format 3D mereka menjual kacamata 3D, kalau di Indonesia atau lebih tepatnya XXI, Cinemaxx, dan CGV kan kita dipinjamin kan kacamata 3D, kalau di Jerman kita harus beli kacamata 3D-nya jadinya kita bisa bawa pulang kacamatanya, next kalau kita mau nonton film dengan format 3D lagi kita tinggal bawa sendiri aja kacamata yang udah kita beli tersebut, nah untuk beli kacamata tersebut dikenakan biaya tambahan sebesar €3, dan total tiket yang harus aku bayar adalah €13, buset mahal banget ya, tapi gak apa-apalah sekali-sekali juga nonton di bioskop Jerman.
Setelah pintu teater dibuka aku langsung masuk aja kedalam teater, didalam teater dipenuhi dengan seat berwarna hitam beserta dinding, tirai, dan lampu dengan warna biru mewah, setelah menunggu beberapa lama tirai layar dibuka, dan aku melihat ukuran layar yang bisa dibilang cukup kecil dibanding dengan layar bioskop yang kebanyakan ada di Indonesia, apalagi jumlah seat dibioskop CineStar ini juga memiliki kapasitas yang cukup besar dan dengan ukuran layar yang begitu kecil sepertinya layarnya perlu diperbesar lagi deh.
Mulailah trailer film-film dimainkan, setelah 1-3 trailer diputar aku mulai agak curiga kok dari tadi audio-nya semua pakai bahasa Jerman ya ?, lalu setelah sampai pada trailer ke-lima diputar audio yang digunakan juga masih berbahasa Jerman, padahal kalau dilihat dari gerakan bibirnya kayaknya filmnya itu dari hollywood deh, apalagi pas nge-liat nama aktornya yang memang ternyata dari amerika, disitu perasaan aku udah nggak enak lagi, jangan-jangan film Transformers The Last Knight ini nantinya pake audio (dubbing) dengan bahasa Jerman juga ?, wah kenapa tadi aku nggak tanya dulu tadi ya sama si penjual tiketnya.
Akhirnya filmnya pun diputar dan ternyata apa yang aku takutkan terjadi, filmnya itu di dubbing pake bahasa Jerman 😂, buset aku langsung nggak mood deh nonton filmnya, ya buat apa juga aku nonton kalau aku nggak ngerti alur ceritanya. Akhirnya aku paksakan untuk melihat tampilan 3D dari bioskop CineStar ini, ya untuk kualitas real D 3D nya okelah, visualnya terlihat lebih terang dan jelas jika dibandingkan dari Indonesia, namun ada yang tidak begitu sempurna yaitu suaranya yang kurang kuat dan terasa tidak greget seperti di Indonesia, bisa aku simpulkan karena ini mungkin efek dari Dubbing, jadinya hasil suara seperti ledakan dan yang lainnya tidak keluar dengan maksimal.
Karena audio-nya menggunakan bahasa Jerman dan aku juga tidak mengerti bahasanya, maka di pertengahan film aku tertidur deh, sambil terkadang membuka mata ketika ada adegan perangnya, nah bagian yang paling lucu-nya adalah ada bagian break jadinya filmnya di pause gitu, supaya orang-orang yang nonton bisa keluar untuk sekedar pipis atau beli snack ringan, wah aku ngerasa ini bioskop kok lucu banget ya, seumur-umur aku nonton diluar negeri seperti Malaysia, Singapura, baru di Jerman inilah ada sesi Break pada pertengahan film. karena aku sudah tidak menyimak film ini dari awal maka aku memutuskan untuk meninggalkan teater bioskop dan pergi pulang, dan secara tidak langsung aku sudah menyiayiakan uang €13 ku 😂.
Ya itulah sepenggal ceritaku menikmati bioskop di Jerman, hitung-hitung aku cari nuansa dan gaya menonton orang-orang di eropa yang begitu unik, sampai ada break dipertengahan film lagi hahahaha. Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya.
No comments:
Post a Comment