a Digital Strategist Love Traveling & Lifestyle Blogger in Medan

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Halo pembaca setia blog Badia, dipostingan kali ini aku mau memberitahu kalau impianku akhirnya terwujud, akhinya aku bisa pergi ke negara yang dari tahun 2013 sudah ingin aku kunjungi, yup negara itu adalah Jerman. Kepergianku ke Jerman kali ini adalah untuk menjadi pandu (steward) dalam sidang raya WCRC (World Communion Reformed Churches) 2017 di Leipzig Jerman, sangat bersyukur sekali aku bisa terpilih menjadi pandu dalam sidang raya WCRC 2017.
Sebelumnya aku juga pernah menjadi pandu WCRC dalam kegiatan Executive Committee Meeting di Brastagi pada bulan Mei 2012, sungguh tak disangka Tuhan Yesus masih memberikan aku kesempatan untuk melayani lagi dalam sidang raya WCRC 2017 ini senang sekali rasanya akhirnya aku bisa juga pergi ke Jerman, nggak tahu kenapa dari tahun 2013 itu pengen banget kesana, apalagi setelah nonton film Rudy Habibie ada karakter yang diperankan oleh Boris dan didalam film itu dia berasal dari kota Lubuk Pakam dan dia berkuliah di Jerman, wah rasanya ingin cepat-cepat juga aku ingin pergi ke Jerman.
Selain itu aku juga jadi teringat kenangan bersama teman-teman panduku sewaktu di Brastagi tahun 2012 yang lalu, huffttt dimana kalian semuanya ? udah pada merid semua ya hahahaha, tinggal aku aja deh kayaknya yang belum nikah hahahaha.
Untungnya keberangkatan ku ini dibiayai oleh panitia WCRC, jadi aku hanya mempersiapkan uang saku aja selama di Jerman, selain itu ketika aku mengisi formulir pendaftarannya aku menuliskan kontribusiku senilai $100, sebelumnya aku ragu ketika menulis nominal tersebut tapi aku percaya Tuhan pasti akan mencukupkan keperluanku, hingga akhirnya ketika aku sudah dinyatakan lulus sebagai pandu sidang raya WCRC 2017 aku mendapat uang $100 dari ....hmmm kayaknya aku nggak bisa cerita disini ya hehehehe, awalnya aku enggan untuk memberikan kontribusi tersebut karena aku pikir lebih baik uang tersebut aku jadikan sebagai uang saku aja selama di Jerman nanti, tapi kemudian pihak WCRC mengirimkan invoice mengenai janji kontribusi yang telah aku tuliskan dalam formulir pendaftaran pandu tersebut, akhirnya dengan tegas aku langsung saja membayarkan kontribusiku tersebut karena aku tahu Tuhan telah memberikan kesempatan yang tak ternilai ini untuk ku, aku tahu itu merupakan komitmen awal yang sudah kutuliskan di awal pendaftaran oleh karena itu aku harus benar-benar memenuhi komitmen awal yang telah aku buat.
Sebenarnya aku khawatir dengan keadaan finansialku yang agak kering belakangan ini, tapi puji Tuhan ada aja rejeki yang datang, tiba-tiba aja aku dikontrak yang datang dan puji Tuhan aku rasa itu akan mencukupi kebutuhanku selama di Jerman nanti, dan memang mata uang Euro lebih besar ketimbang dolar amerika.
Aku nggak menyangka harga tiket pesawat pulang pergi dari Medan menuju Berlin Jerman akan semahal itu, tapi untungnya Tuhan memberikan kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga ini untukku, mungkin aku belum bisa bercerita banyak mengenai Jerman dalam postingan ini, nantinya aku akan tuliskan pengalaman pandu ku di sidang raya WCRC 2017 dalam blog ku ini, namun sebelumnya teman-teman dapat membaca pengalaman panduku selama di Executive Committee Meeting, Pandu MPL PGI, dan Pandu CCA.
Nantinya aku juga akan membuat vlog serunya menjadi pandu WCRC di YouTube channelku, sampai disini dulu postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib