![]() |
Sungai Lau Buaya |
Tapi meskipun Badia dari kecil sudah sering pulang kampung baru kali ini lho Badia tahu kalau ternyata sungai ini indah banget dan ada 3 jenis air terjun keren dipuncak, sebenarnya mama-ku juga udah pernah cerita kalau dulu sewaktu dia masih muda dikala musim kemarau datang masyarakat Desa Gunung Paribuan mendatangi air terjun yang diberi nama Namu Mata Kucing (Air terjun ini akan ditemukan setelah melewati Air Terjun yang pertama) lalu mereka mengadakan semacam ritual singkat disana, jenis ritualnya itu memohon kepada penunggu di Namu Mata Kucing untuk diberikan hujan, konon setelah masyarakat kembali ke desa hujan pun turun dan seluruh masyarakat merayakan turunnya hujan dengan menari (landek) bersama dan bersenang-senang. Perlu teman-teman ketahui bahwa di air terjun Namu Mata Kucing ini tidak diperbolehkan mandi soalnya dedaunan aja nggak ada yang masuk kedalam genangan airnya, selain itu kedalaman kolam di air terjun Namu Mata Kucing ini juga dianggap begitu dalam, dan dianggap mistis oleh masyarakat desa. Jadi diharapkan untuk teman-teman yang berencana untuk datang kesini tidak untuk berkata-kata kotor.
![]() |
Air Terjun Namu Mata Kucing - Untuk melihat gambar air terjun lainnya silahkan klik facebook Tarsim Tarigan diatas |
Oke cukup dulu untuk air terjunnya, Badia akan lanjutkan cerita petualangan ke Sungai Lau Buaya yang merupakan wisata alam yang akan kalian temui pertama kali sebelum akhrinya menemukan Air Terjun, jarak dari Desa Gunung Paribuan menuju sungai ini sekitar 2 KM. Uniknya lagi masyarakat disana sudah memperbaiki dan menandai jalannya sehingga para pengungjung yang akan datang tidak tersesat. Badia ditemani oleh sepupu sendiri namanya Roby Tarigan dia tinggal di Desa Gunung Paribuan.
Pemandangan hijau nan sejuk menemaniku disepanjang perjalanan, selain itu ada juga kebun kopi dan beberapa jenis tanaman penduduk sekitar yang Badia jumpai, sungguh suatu pemandangan yang jarang sekali dilihat ketika berada dikota, jalannya menanjak dan cukup membuatku kelelahan.
Kira-kira sekitar 30 menit berjalan kaki akhirnya kami sampai disungai Lau Buaya, banyak sekali bebatuan besar tapi memang sudah layaknya sungai dihiasi batu-batu besar bukan ?. Sesampainya disana aku meminta Roby untuk mencarikan lokasi sungai yang cukup dalam, Roby mengajak ku untuk berjalan sedikit lagi keatas dan tada kami menemukan lokasi pas untuk bisa mandi disungai Lau Buaya.
Dilihat dari kejauhan airnya masih terlihat begitu jernih, pantulan biru diairnya menandakan kalau Sungai Lau Buaya ini benar-benar masih begitu fresh, airnya begitu dingin dan benar-benar segar sekali, batu-batu yang berada didasar sungai terlihat begitu bersih.
Setelah puas mandi disungai tak terasa perut pun mulai lapar, dan untungnya kami sudah membawa bekal dari rumah untuk dinikmati dipinggiran sungai Lau Buaya ini heheheh, wah betul-betul nikmat sekali habis mandi, dingin, dan lanjut makan hmmm enak. Setelah puas mandi disungai Lau Buaya kami pulang dan aku berencana suatu hari nanti bisa berkunjung ke 3 Air Terjun tersebut.
Seberapa indah sih Sungai Lau Buaya ini ? dan seberapa indah hijaunya dataran tinggi di Desa Gunung Paribuan ? semuanya sudah Badia dokumentasikan dalam Vlog, yuk tonton video petualangan Badia menuju Sungai Lau Buaya dibawah ini.
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya.
No comments:
Post a Comment