Halo pembaca setia blog Badia, beberapa hari yang lalu lebih tepatnya tanggal 6 April 2016 saya melihat sebuah video disalah satu fan page berita dikota Medan, di Video tersebut seorang Siswi sebut saja namanya Sonya Ekarina Depari, didalam video tersebut dengan lantang beliau menunjuk-nunjukan jari tangannya kearah aparat polisi, ditambah lagi yang membuat saya sedih ketika melihat Video tersebut adalah si Sonya ini menggunakan baju putih abu-abu a.k.a seragam sekolah anak SMA.
Alangkah tidak sopannya Sonya yang secara seenaknya saja menunjuk jari telunjuknya kepada pihak kepolisian dan mengklaim sebagai anak Irjen Pol Arman Depari, dia pikir dengan mencatut nama seorang jendral bisa bebas dari razia polisi, hei Sonya sekarang udah nggak jamannya lagi main catut nama orang pemimpin mau kau anak jendral, anak siapa lah kau tetap harus menerima konsekuensi dari apa yang telah kau lakukan, Anak Jokowi saja tidak pernah dan tidak mau mencatut atau menganggarkan nama bapaknya, eh malah kamu orang biasa yang punya Bapak Uda yang baru jadi Irjen sudah heboh dan sok merasa hebat !.
Dimana etika mu sebagai anak yang terpelajar Sonya ?, kalau menurutku sebaiknya kamu dan teman-temanmu semobil tidak lulus UN, supaya kamu bisa belajar lagi dari kesalahanmu dan saya berharap etikamu bisa lebih baik lagi, saya sebagai orang karo juga merasa sedih melihat tingkah lakumu, apalagi saya tahu kalau kamu adalah beru Sembiring Depari, dimana setiap orang karo dengan beru Sembiring itu terkenal Cantik dan sopan, kalau melihat dari dirimu sih Cantiknya dapet tapi Sopannya nggak !.
Disini saya juga mau mengingatkan kepada dirimu adek Sonya, kalau ternyata ada juga saudari Anda yang bernama Friska Ulina Sembiring yang mengatakan sudah cukup untuk mem-Bully Anda, seperti tergambar dibawah ini
Buat kalian yang udah mencaci maki adek kami dari semalam.. udah puaskah kalian? apakah hidup kalian smua sudah benar?...Posted by Friska Ulina Sembiring Depari on Thursday, April 7, 2016
Melihat status saudari Anda seperti itu saya malah menjadi semakin sedih karena beliau tidak sadar juga kalau penyebab kematian Ayah anda itu disebabkan karena tingkah laku Anda sendiri Sonya !, sebagai pelajar Anda sudah gagal menunjukan sikap yang sopan untuk berinteraksi dengan pihak berwajib, dan sebagai pelajar juga anda sudah gagal menaati peraturan berlalu lintas, Anda sadar nggak sih kalau mobil yang Anda tumpangi tersebut diisi oleh berapa orang ? apakah salah jika polisi menegur Anda ketika tahu bahwa mobil yang Anda naiki tersebut diisi lebih dari kapasitas mobil tersebut ?.
Sonya Ekarina Depari, saya sarankan Anda untuk membuat sebuah Video ataupun konfrensi pers bahwa Anda menyesal telah melakukan hal tersebut, tindakan Anda tersebut juga telah mencoreng dunia pendidikan di kota Medan, kenapa wajah-wajah pelajar dikota Medan menjadi sombong seperti ini ?, mentang-mentang Bapak Uda anda seorang jendral jadinya Anda semena-mena mencatut-nya ?
Kami para netizen dan seluruh warga Indonesia menunggu permintaan maaf Anda secepat mungkin, dan saya juga ingin menyampaikan bela sungkawa saya atas meninggalnya Ayah Anda yang tercinta.
Sampai disini dulu ya posingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya.
No comments:
Post a Comment