Halo pembaca setia blog Badia!, di tahun 2015 ini sudah ada gedung
bioskop baru yang buka di kota Medan, seiring bertambahnya jumlah gedung
bioskop maka berbeda pula sensasi nonton yang di rasakan. Gedung bioskop yang
dulunya di kota medan hanya 21 (Read: twenty one) namun sekarang sudah ada
Cinemaxx di kota Medan.
Namun kalau di lihat lebih jauh lagi sebenarnya di Indonesia
setau Badia ya ada 3 brand gedung bioskop yang terkenal yang pertama dan yang
paling banyak jumlah layarnya di Indonesia adalah Cinema 21, yang kedua adalah
Blitzmegaplex, dan yang terakhir adalah Cinemaxx.
Dan untungnya Badia sudah merasakan nonton di ketiga gedung
bioskop itu, dan tiap gedung bioskop punya keunikan tersendiri, dan di
postingan ini Badia bakal memberikan ulasannya, mari kita mulai dari gedung
bioskop Cinema 21, sebagai predikat bioskop yang mempunyai banyak layar se-Indonesia
sudah tentu Cinema 21 punya banyak pengalaman mengenai dunia film, mulai dari
letak Sound System, proyektor, penempatan layar, kalau Cinema 21 sih sudah oke
banget lah pokoknya, apalagi sekarang ini Cinema 21 sedang mempromosikan
IMAX,
yang menggunakan layar yang lebih besar dan Sound System yang membuat penonton
seolah-olah menjadi orang yang terlibat dalam film yang sedang di tontonya.
Selain itu jika teman-teman mendengarkan dengan cermat pasti
sebelum para penonton masuk ke gedung bioskop pasti ada suara yang berbunyi
"Pintu theater 1 telah dibuka, para penonton yang telah memiliki karcis di
persilakan untuk memasuki ruangan theater 1" suara khas mbak Maria Oentu
terdengar begitu jelas, FYI hanya gedung bioskop Cinema 21 saja yang memiliki
audio seperti itu, selebihnya tidak ada, ini adalah keunggulan dari Cinema 21.
Selain memiliki kelebihan, Cinema 21 juga punya kelemahan
selain karena harga tiket yang cukup mahal (sekarang diangka 30rb keatas) penonton
juga diharuskan untuk membeli snack yang di jual oleh pihak Cinema 21 dengan harga
yang cukup mahal juga sih!.
Usut punya Usut ternyata hal ini di buat lantaran keuntungan
dari penjualan dari tiket film yang ternyata belum terlalu menguntungkan
perusahaan Cinema 21 sehingga untuk menambah penghasilan nya pihak Cinema 21
menjual produk snack dan selalu menahan snack yang dibeli penonton dari luar
gedung Cinema 21. Walaupun menurut kalian ini bukan kelemahan namun bagi Badia sendiri
ini sebuah kelemahan karena tidak semua penonton di Cinema 21 itu sanggup untuk
membeli makanan yang di jual oleh pihak 21. Ok cukup deh bahas mengenai Cinema
21.
 |
Suasana di dalam studio Blitzmegaplex Grand Indonesia Jakarta |
Sekarang mari kita lihat keunggulan dari gedung bioskop Blitzmegaplex,
tidak mau kalah dengan Cinema 21, Blitzmegaplex menawarkan interior yang lebih
indie kepada para pengunjung nya, sehingga Blitzmegaplex lebih banyak di datangi
oleh anak muda yang ngakunya gaul!, selain itu Blitzmegaplex juga menyediakan kartu
member untuk para pengunjung setianya, kartu ini bukan cuma sekedar kartu saja lho,
melainkan di pengguna kartu bisa langsung membeli tiket tanpa antrian di mesin tiket
khusus pemilik kartu member Blitzmegaplex, keren banget kan!, saking kerennya
Cinema 21 juga sedang menyiapkan kartu sejenis tapi tetap saja kalau menurut
Badia masih keren punya Blitzmegaplex.
 |
Suasana didalam studio 4DX Blitzmegaplex sumber : Internet |
Selain itu Blitzmegaplex sekarang punya studio 4DX, denger-denger nih ya kalau nonton versi 4DX tempat duduknya gerak-gerak gitu mengikuti alur cerita filmnya, sayangnya Badia sendiri belum sempat untuk merasakan sensasi 4DX yang disediakan oleh Blitzmegaplex, jadi gini kemarin Badia dan rekan kerja pergi ke Jakarta dan malamnya kami singgah ke Blitzmegaplex di Grand Indonesia, kami terpesona dengan desain interiornya, dari awal nyampek Jakarta sebenarnya aku pengen banget nyobain yang namanya 4DX dan kebetulan film yang lagi tayang untuk format 4DX itu adalah Fast and Furious 7, buset kebayang nggak sih lo kalau nonton film itu dengan versi 4DX pasti seru banget, namun sayangnya pertunjukan film di jam 8 malam untuk versi 4DX tiketnya udah sold out semua tapi ada di jam 10 lewat gitu, nah masalahnya teman aku ini bilang ya udahlah Badia belum rejeki kali nonton sekarang, padahal dalam hati gue jam 10 malam pun gue rela untuk nonton versi 4DX lantaran aku kan juga sekali-sekali bisa terbang ke Jakarta :'(.
 |
Tiket nonton di Blitzmegaplex Grand Indonesia |
Selain 4DX Blitzmegaplex juga sudah pasti menjual berbagai macam snack dan harganya juga sudah pasti mahal, namun pihak Blitzmegaplex tidak menahan snack bawaan penonton dari luar, gue malah senang ketika ada bioskop yang tidak menahan snack bawaan penonton dari luar. selain itu harga tiket nonton di Blitzmegaplez juga tergolong mahal ya sekitar 30rb-an keatas juga sih atau memang harga segitu merupakan standar ? kalau menurut Badia sih kemahalan ya, tapi Blitzmegaplex mengadakan promo Masih #Selamat yaitu sebuah promo nonton hemat di hari selasa, buset harga tiketnya aja bisa sampai Rp.15.000, enak banget ya teman-teman di Jakarta dikasi nonton dengan biaya Rp.15.000 / film.
 |
Suasana di Loby Cinemaxx Lippo Medan |
Sekarang kita lihat keunggulan dari gedung bioskop yang terakhir yaitu Cinemaxx, kehadiran Cinemaxx di Medan malah menambah sensasi nonton yang berbeda, bagaimana tidak harga tiket nontonnya sangat bersaing dengan Cinema 21, selain itu Cinemaxx juga banyak menawarkan promo, salah satu promonya adalah Beli 2 Tiket nonton dengan kartu kredit atau debit Danamon akan mendapatkan Popcorn (tapi mengingat status gue yang masih
SINGLE sepertinya promo itu tidak akan pernah kubeli) dan masih banyak jenis promo yang ditawarkan, kalau Cinema 21 punya IMAX dan Blitzmegaplex punya 4DX, makan Cinemaxx juga punya Ultra XD yang katanya adalah format layar raksasa dari Cinemaxx; pengalaman menonton sangat nyata di mana penonton menjadi bagian dari aksi yang berlangsung. Setiap bioskop Ultra XD dilengkapi dengan layar melengkung tinggi ultra-lebar dan sistem proyeksi digital berkekuatan tinggi.
 |
Suasana di dalam Studio Cinemaxx Lippo Medan |
 |
Suasana di Studio Cinemaxx Gold Sun Plaza Medan |
Kalau Badia rasa sih hampir sama dengan IMAX ya namun karena berhubung di Medan Cinemaxx-nya belum mengeluarkan Ultra XD jadi Badia belum bisa kasi komentar apa-apa dulu nih, namun setelah Badia masuk ke studio Cinemaxx ada beberapa hal yang badia rasa agak aneh, jadi kemarin Badia nonton The Avengers Age Of Ultron versi 3D, nah yang agak gak enaknya itu kayaknya proyektornya itu gak fokus gitu jadi suasana menonton Age Of Ultron ku terasa begitu sangat tidak menyenangkan (untuk versi 3D), namun beberapa hari kemudian aku dan temanku pergi ke Cinemaxx Gold (Studio yang katanya mewah) untuk nonton The Avengers Age of Ultron yang kedua kalinya namun tidak dalam format 3D, hasilnya sangat memuaskan, kursinya juga bisa diatur untuk rebahan, pokoknya keren deh, selain itu juga dikasi selimut sehingga penonton merasa jadi lebih nyaman, selain itu kemarin aku juga sempat membeli
Sweet Popcorn buatan Cinemaxx hhmm rasanya itu manis banget, walaupun harganya juga manis a.k.a mahal (Rp.37.000), dan hampir sama seperti di Blitzmegaplex di Cinemaxx juga tidak ada pemeriksaan tas penonton yang membawa makanan, sehingga penonton juga bisa dengan bebas membawa makanan dari luar.
 |
Kursinya bisa diatur membuat para penonton menjadi lebih nyaman |
 |
Kacamata 3D yang diberikan oleh Cinemaxx |
Ok deh sampai disini dulu postingan badia kali ini, kalau ada yang masih belum Badia masukan dalam postingan ini teman-teman bisa memberikan masukan dikolom komentar dibawah ini !
No comments:
Post a Comment