Halo pembaca setia blog Badia apa kabar
semua?, kali ini Badia mau menceritakan perjalanan Badia menuju tempat wisata
yang terbaik dan amat sangat baik di kota binjai sumatra Utara, perjalanan ini
bermula ketika Badia dan teman-teman PERMATA yang menjadi panitia Mupel ingin
membubarkan kepanitiaan dan mencari sebuah tempat wisata yang layak untuk di
kunjungi, setelah berdebat sekian lama akhirnya kamu pun memutuskan untuk pergi
ke "Kolam Abadi" yang merupakan salah satu objek wisata yang lagi nge
hits si seputaran anak gaul di kota Medan.
21 Februari 2015 kemarin adalah hari dimana
aku dan teman-teman panitia MUPEL yang lain memulai perjalanan kami ke kolam
abadi, namun kami menentukan titik kumpul di kota binjai pada tanggal 20
februari 2015 supaya perjalanan menuju kolam abadi di tanggal 21 februari tidak
terhambat karena keterlambatan teman - teman yang belum datang.
Dari kota binjai menuju rumah galuh (nama
desa tempat kolam abadi) memakan waktu sekitar dua jam, buset jauh juga
ternyata, tapi untungnya dalam perjalanan dari Binjai menuju Rumah Galuh tidak
begitu terasa lamanya lantaran di mobil yang Badia tumpangi ada banyak teman
yang bisa di ajak mengobrol. Kami berangkat dari kota Binjai pukul 8 malam, dan
sampai di Rumah Galuh sekitar jam 10 lewat, tak di sangka teman-teman PERMATA
di runggun Rumah Galuh sudah menanti kedatangan kami, mereka juga sudah
menyediakan Makan malam untuk kami, wah baik banget ya PERMATA Rg Rumah Galuh.
Keesokan harinya, kami pergi beribadah terlebih
dahulu di GBKP Rg Rumah Galuh, setelah itu kami pun bersiap-siap untuk
melanjutkan perjalanan menuju Kolam Abadi, FYI tarif yang dikenakan untuk
menuju Kolam Abadi ini adalah Rp.40.000/org Oh iya selain Kolam Abadi ada juga
Air terjun teroh-teroh, dan air terjun tongkat, yg dikenakan tarif Rp. 50.000 -
Rp. 60.000/org, namun karena keterbatasan waktu dan ukuran badan teman-teman
yang lain yang cukup besar kami memutuskan untuk mengunjungi Kolam Abadi saja.
![]() |
Tiba di lokasi (Baca Back Drop Dibelakang dengan terbalik) |
![]() |
Sebelum berjalan menuju lokasi pelampungnya harap dipakai |
Perjalanan pun dimulai, kami yang tidak
terbiasa berjalan kaki dengan kaki telanjang, kini harus merasakan sakit nya batu
kerikil yang menusuk kaki kami, diawal perjalanan terasa begitu mudah, namun
jelang 10 menit kemudian jalan yang kami tempuh sedikit menanjak dan membuat ku
sedikit kelelahan, 20 menit kemudian kami menuju jalanan yang menurun dan
sangat terjal, ada beberapa titik turunan yang sulit untuk ku lewati, tapi
karena ada pertolongan dari teman-teman PERMATA yang lain, Badia pun bisa
melewatinya dengan nyaman.
![]() |
Perjalanan yang begitu berat jika dilalui dengan "Selfie" akan begitu ringan |
Tidak lama setelah melewati turunan yang terjal
itu, aku melihat suara aliran air dan suara orang ramai yang sedang gembira,
ternyata Kolam Abadi sudah di depan mata, langsung saja aku pun langsung cepat-cepat
masuk ke dalam Kolam Abadi itu, Kolam Abadi itu sendiri adalah sebuah aliran
sungai, namun air nya sangat jernih sekali, ketika Badia menyelam kedalam
sungai, butiran putih pasir dan segala jenis benda yang berada di bawah air
terlihat sangat jelas dan jernih, baru pertama kali itu aku bisa melihat begitu
jelas segala bentuk benda yang ada di bawah air.
Aliran sungai nya juga tidak begitu deras, anak anak juga aman berenang, gelak canda dan tawa kami pecah di sana, seolah-olah kamu ingin lebih lama lagi berada disana, setelah puas bermain air, kami pun mengisi perut kami dengan nasi bungkus yang sudah di siapkan oleh teman-teman dari Rumah Galuh, suasana makan siang iri terasa begitu sangat menyenangkan sekali.
![]() |
Makan di pinggir sungai pun terasa sangat mengasyikan |
Sampai
di sini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu di postingan berikutnya
No comments:
Post a Comment