a Digital Strategist Love Traveling & Lifestyle Blogger in Medan

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Suatu pengalaman rohani yang baru buatku ketika pertama kali aku menginjakan kaki dan beribadah di Gereja Mawar Sharon, biasanya ketika Badia liat acara Before 30 yang dibawakan oleh +Philip Mantofa dan ditayangkan di Global TV Badia selalu mengganti ke channel yang lain, tapi entah kenapa ketika browsing di +YouTube dan ketemu dengan channel +Philip Mantofa dengan acaranya Before 30 aku pun ingin melihat keseluruhan dari program renungan itu, tanpa kusadari aku pun luluh dibuatnya, mulai dari situ aku pun mulai mencari tahu asal usul dari +Philip Mantofa, dan akhirnya pada saat aku membuka official website www.philipmantofa.com aku pun melihat kalau pada tanggal 15 November 2014 dan 16 November 2014 beliau akan datang ke Medan untuk membawakan khotbah di Gereja Mawar Sharon Medan.
Tapi sebelumnya di tanggal 15 November ternyata beliau membawa KKR anak "a Trip to Hell", dan di tanggal itu lah Badia mencari tahu dimana sebenarnya lokasi Gereja Mawar Sharon di medan, di alamat ditulis di Sun Plaza lt "Roof", langsung saja aku menuju lantai Roof melalui lift parkir sun plaza, namun apa yang kutemukan pertama kali di lantai roof adalah sebuah lapangan parkir mobil, sontak saja aku hanya terdiam dan bertanya dalam hati "Masa iya jemaat Mawar Sharon melakukan ibadah minggu di lapangan parkir seperti ini".
Namun pencarian yang Badia lakukan tak berhenti disitu saja Badia search di google dan menemukan no telepon Gereja Mawar Sharon, dari sana Badia pun tahu ternyata Gereja Mawar Sharon terletak di lantai 4, nah dari situ ada tangga menuju lantai roof, dan tada finally I found the church.
Keesokan harinya tepatnya tanggal 16 November 2014, aku pun bangun pagi dan bersiap-siap untuk mengikuti Ibadah Minggu yang dimulai pukul 08:30 pagi, sesampainya disana suasana Sun Plaza masih gelap gulita, escalator juga masih mati dan puji Tuhan Badia masih bisa mendapatkan tempat duduk di ruang utama ibadah, saat Badia memasuki ruangan ibadah lagu pujian sudah dikumandangkan, para pelayan ibadah membawakan lagu pujian dengan penuh semangat dan sukacita, semangatku untuk memuji dan memuliakan Tuhan Yesus pun semakin bertambah.
Dan tibalah waktunya untuk mendengarkan khotbah yang dibawakan oleh Ps +Philip Mantofa, beliau yang selama ini aku lihat di TV dan di +YouTube kini berada beberapa meter di depanku dan akan membawakan khotbah, pada waktu itu beliau mengangkat tema (Badia lupa kalimat nya tapi intinya beliau mengajarkan menjadi orang tua yang peduli terhadap anak-anak) di kebaktian ke dua beliau mengatakan akan membawakan khotbah mengenai perbedaan laki-laki dan perempuan, di kebaktian ketiga (Army Of God) beliau akan membawakan khotbah menemukan pasangan (aku pengen banget dengar khotbah yang satu ini).
Apa yang Badia rasakan selama Ps Philip membawakan khotbah tak ada bedanya dengan yang ada di televisi, beliau membawakan khotbah dengan gayanya sendiri, kita yang mendengarnya pun akan merasakan sesuatu yang damai di dalam hati kita, sesuatu yang sulit untuk di ungkapkan melalui kata-kata tapi itu membuat hati dan pikiran kita menjadi nyaman.
Pdt Philip Mantofa sedang berkhotbah
Selesai beliau khotbah di kebaktian pertama di hari itu membuatku ingin mengikuti kebaktian kedua dan ketiga, namun karena Badia ada janji dengan teman-teman di gereja GBKP Rg Lubuk Pakam untuk latihan musik di natal pemuda gereja kami, mau tak mau Badia pun harus pulang, dan yang paling menyedihkannya adalah sesampainya di gereja GBKP Rg Lubuk Pakam tak satupun teman Badia yang bisa datang (Sakitnya tuh di.... ahh sudahlah).
Minggu tanggal 24 November 2014 Badia pun ingin mencoba merasakan ibadah pemuda ataupun lebih dikenal dengan sebutan Army Of God (AOG) dari Gereja Mawar Sharon, dan ternyata itu membuatku semakin lebih semangat lagi, para pemuda disana sungguh-sungguh semangat dan penuh energik dalam memuji dan memuliakan Tuhan, jujur ya lantai Gereja Mawar Sharon bergetar karna lompatan para pemuda AOG, dan aku pun bertanya dalam hati "waduh apa nggak rubuh nih lantai gereja" tapi pikiran itu langsung hilang karna ada sesuatu yang berkata didalam hatiku "Ini rumah Tuhan lho kau tetap aman di dalamnya".
Ini Ibadah Pemuda (Army Of God)
Tidak hanya pemudanya saja yang semangat pengkhotbahnya (saat itu dibawakan oleh Pdt Robert Tedja Sukmana) juga tak kalah semangatnya dalam menceritakan firman Tuhan kepada para pemuda, jujur jarang sekali lho ada Gereja yang membuat Badia ketagihan dan mengunggah hatiku.
Gereja Mawar Sharon umumnya dipenuhi oleh jemaat yang bersuku Tionghoa ataupun yang sering dikenal dengan Cina, namun jangan sepele lho dengan jemaat Gereja Mawar Sharon ini, karna semangat mereka dalam memuji dan memuliakan Tuhan tak kalah dengan kita orang pribumi. Sepulangnya dari Kebaktian Minggu Pemuda itu Badia membeli buku Before 30 dan stiker AOG sebagai souvenir dan bahan bacaan, kedepannya mungkin nanti Badia akan ikutan hadir dalam ibadah Pro-M (Profesional Muda) yang diadakan pada hari Sabtu malam, semoga saja ada waktu yang diberikan Tuhan sehingga Badia bisa hadir dan mengikuti ibadah Pro-M di Gereja Mawar Sharon Medan.
Souvenir from Gereja Mawar Sharon sebuah buku dan stiker AOG
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya.

6 comments:

  1. nice posting badia :)

    ReplyDelete
  2. Wah si DJ baca postingan ku juga
    Terima Kasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca postingan ku

    ReplyDelete
  3. mantabs.. semoga makin rajin beribadah

    ReplyDelete
  4. Joy Maranatha TariganApril 26, 2015 at 7:11 PM

    hehe,saya juga tobat di GMS ,,tapi GMS Salatiga, kalau GMS satelit lain belum pernah hehe,

    ReplyDelete
  5. Puji Tuhan, saudara joy sudah tobat, selalu pergunakan tubuh dan jiwa mu untuk memuliakan Tuhan

    ReplyDelete
  6. Joy Maranatha TariganApril 27, 2015 at 7:16 PM

    Iya,hehe, mungkin sudah rencana Tuhan yg mengatur saya untuk kuliah di kota salatiga dan menemukan GMS ,hehe

    ReplyDelete

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib